surat curcol 2

to manusia tak lagi bernyawa

dear.

aku kemarin menerima surat dari mu, manusia yang tak lagi bernyawa,
aku juga meraskan hal yang sama berat nya dengan mu,\

saya takut untuk melanjutkan hidup

entah penderitaan apa lagi yang akan saya hadapi.

setiap menit jam berlalu isinya hanya keluhan

keluhuan tentang hidup

terkadan mslah uang, terkadang masalah yang membuat dengkul ini lemas.

rasa nya ingin menyerah, menyerah dengan masalah yang ada.
yang ada di otak ku adalah untuk terus berjuang untuk masa depan.
berjuang untuk tidak berhenti di sini, walapun terasa melelahkan.
karena saya tau, bila saya mati disini, saya juga tidak akan berhasil di akhirat nanti.
walaupun dengan berjuang aku bisa memastikan masa depan ku yang lbh baik.
tapi perjuangan ku terasa hampa,
membuahkan hasil memang, tapi bagaimanapun aku merasa sia sia.
hhmmmm……

aku bingung kawan,
aku bingung harus bagaimana
aku bingung melanjutkan perjuangan yang hampa
aku bingung mengisi energi yang kering seolah hidup tak bernyawa

yang saya inginkan mungkin suatu saat saya mati di bunuh.
tak apa di bunuh oleh tangan pemerkosa.
toh diriku sudah tidak menghargai diriku yang hidup.
tak juga peduli bila di bunuh pisau perampok.
toh perjuangan ku sudah hampa tidak berisi.
dan kehidupan ku sudah terlalu keras menyiksa dibanding penjahat itu

tapi ternyata berharap di bunuh, tidak semudah melakukanya sendiri.
entah kenapa di kehidupan ku hingga kini belum mendapatkan giliran mati.

sempat ku berfikir,
mungkin ini pertanda bahwa aku masih mempunyai peran yang belum selesai ku mainkan.
walaupun lelah saya masih harus menjalani hidup
kenapa sih aku harus hidup? apa yang ku harus lakukan?

bolak balik saya mencari makna hidup.
dan tak satupun ku menemukan makna nya hingga kini.
tapi satu yang ku pelajari.

ku memang tidak tau makna hidup, tapi ku tau cara membuat hidup bermakna. hiduplah dengan memberi manfaat kepada yang lain
dan mungkin ini juga yang membuat perjuanganku terasa hampa

karena selama ini dalam perjuangan ku, yang terus berjalan, di satu sisi aku berhenti
berhenti untuk peduli,
berjuang hanya untuk dirisendiri.

mungkin inilah yang membuatku kosong,
seperti ojek sepeda yang melaju kencang tapi penumpang nya tertinggal di belakang.
sia sia,

trimakasih manusia tak bernyawa.
surat mu membuat ku terinspirasi, terinspirasi untuk mempunyai nyali menjalani hidup.

nb : sumarto supir sepeda taxi

*bonus*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

NUJABES – IMAJINARY

%d bloggers like this: