memilih investasi sektor real tanah vs emas dengan analisis nilai waktu uang

memilih investasi sektor real tanah vs emas
dengan
analisis nilai waktu uangdalam waktu yang berbeda, nilai uang pun akan berbeda pula, banyak hal yang mempengaruhi perbedaan nilai uang tersebut, semaki lama uang disimpan nilai nya akan semakin berkurang untuk itu diperlukan sebuah cara untuk menyimpan uang di bank, namun kadang kala uang yang kita simpan dibank tidak luput dari pergerusan nilai mata uang akibat inflasi, sebagai referensi berdasarkan Bank Indonesia per 15 desember 2011 sebesar 4.15% sedangkan bank sendiri rata-rata menetapkan suku bunga sebesar 2%
lalu bagaimana bila kita ingin menabung tampa terkendala nilai mata uang tergerus inflasi? dan salah satu jawaban dari masalah ini adalah menabung dengan cara berinvestasi, namun ada beberapa hal yang harus di perhatikan dalam melakukan investasi, sebelum melakukan investasi kita harus mengetahui investasi apa yang seharus nya kita lakukan? bagaimana cara memilih investasi yang baik?
investasi sendiri berdasarkan fisik nya di bagi menjadi dua kategori, yang pertama investasi sektor real, adalah investasi yang mempunyai bentuk fisik, investasi ini sangat populer pada 1970 -1990-an namun saat krisis moneter berkembang salah satu bentuk investasi baru yang di sebut investasi non real atau biasa di sebut juga investasi financial, investasi ini merupakan investasi High Yield Investment Program tetapi juga di lain sisi merupakan High risk Investment Program. dimana investasi ini menjanjikan kita dapat mendapatkan pengembalian yang sangat cepat, tapi disisilain juga diikuti resiko yang besar pula, dalam waktu singkat investasi kita bisa untung maupun rugi.
namun beberapa orang lebih memilih menabung dalam bentuk investasi sektor real, selain lebih rendah resiko, beberapa orang memilih sektor real karena alasan agama, tapi dalam kenyataan bila tujuan utama nya untuk menabung agar terhindar penurunan nilai uang yang kita punya memang lebih baik ber investasi dalam sektor real yang resiko nya lebih rendah. beberapa investasi non real yang populer saat ini adalah investasi dalam bidang property dan emas. lalu bagaimana cara memilih investasi yang tepat?Sebenarnya dalam ilmu manajemen keuangan terdapat ilmu yang membahas mengenai nilai waktu uang, mempelajari bagaimana menghitung nilai uang yang kita punya di masa mendatang atau sebaliknya, ilmu ini juga bermanfaat untuk menilai sebuah investasi, untuk itu terlebih dahulu kita bahas mengenai ilmu nilai waktu uang kemudian menilai investasi emas dan property nya.

Nilai Waktu Uang :

Nilai uang saat ini/hari ini akan berbeda dengan nilai uang satu tahun yang lalu atau satu tahun yang akan datang, ini yang disebut nilai waktu uang, dan ada beberapa hal yang mempengaruhi perbedaan nilai dari uang tersebut, diantaranya  :

1.Waktu penerimaan atau pembayaran aliran uang
mengapa berbeda? karena seorang investor akan lebih senang menerima uang secapat nya di banding tahun berikut nya, karena bagi seorang investor duit yang dia terima sekarang bisa dia putar dalam bentuk investasi sehingga tahun berikut nya investor mendapatkan nilai kembali yang lebih banyak, semakin cepat berinvestasi semakin besar nilai kembali uang tersebut
2.Tingkat inflasi
menurut bank indonesia secara sederhana inflasi diartikan sebagai meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan harga) pada barang lainnya. Kebalikan dari inflasi disebut deflasi.

Indikator yang sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi adalah Indeks Harga Konsumen (IHK). Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. Sejak Juli 2008, paket barang dan jasa dalam keranjang IHK telah dilakukan atas dasar Survei Biaya Hidup (SBH) Tahun 2007 yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Kemudian, BPS akan memonitor perkembangan harga dari barang dan jasa tersebut secara bulanan di beberapa kota, di pasar tradisional dan modern terhadap beberapa jenis barang/jasa di setiap kota.

Indikator inflasi lainnya berdasarkan international best practice antara lain:

  1. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB). Harga Perdagangan Besar dari suatu komoditas ialah harga transaksi yang terjadi antara penjual/pedagang besar pertama dengan pembeli/pedagang besar berikutnya dalam jumlah besar pada pasar pertama atas suatu komoditas. [Penjelasan lebih detail mengenai IHPB dapat dilihat pada web site Badan Pusat Statistik www.bps.go.id]
  2. Deflator Produk Domestik Bruto (PDB) menggambarkan pengukuran level harga barang akhir (final goods) dan jasa yang diproduksi di dalam suatu ekonomi (negeri). Deflator PDB dihasilkan dengan membagi PDB atas dasar harga nominal dengan PDB atas dasar harga konstan.

Pengelompokan Inflasi

Inflasi yang diukur dengan IHK di Indonesia dikelompokan ke dalam 7 kelompok pengeluaran (berdasarkan the Classification of individual consumption by purpose – COICOP), yaitu :

  1. Kelompok Bahan Makanan
  2. Kelompok Makanan Jadi, Minuman, dan Tembakau
  3. Kelompok Perumahan
  4. Kelompok Sandang
  5. Kelompok Kesehatan
  6. Kelompok Pendidikan dan Olah Raga
  7. Kelompok Transportasi dan Komunikasi.
3.Tingkat suku bunga
suku bunga yang biasa digunakan sebagai patokan bank-bank lain adalah suku bunga Bank Indonesia atau biasa disebut BI rate

BI Rate adalah suku bunga kebijakan yang mencerminkan sikap atau stance kebijakan moneter yang ditetapkan oleh bank Indonesia dan diumumkan kepada publik.

Fungsi

BI Rate diumumkan oleh Dewan Gubernur Bank Indonesia setiap Rapat Dewan Gubernur bulanan dan diimplementasikan pada operasi moneter yang dilakukan Bank Indonesia melalui pengelolaan likuiditas (liquidity management) di pasar uang untuk mencapai sasaran operasional kebijakan moneter.

Sasaran operasional kebijakan moneter dicerminkan pada perkembangan suku bunga Pasar Uang Antar Bank Overnight(PUAB O/N). Pergerakan di suku bunga PUAB ini diharapkan akan diikuti oleh perkembangan di suku bunga deposito, dan pada gilirannya suku bunga kredit perbankan.

Dengan mempertimbangkan pula faktor-faktor lain dalam perekonomian, Bank Indonesia pada umumnya akan menaikkan BI Rate apabila inflasi ke depan diperkirakan melampaui sasaran yang telah ditetapkan, sebaliknya Bank Indonesia akan menurunkan BI Rate apabila inflasi ke depan diperkirakan berada di bawah sasaran yang telah ditetapkan.

setelah mempelajari pengertian nilai waktu uang dan beberapa faktor yang mempengaruhi nilai uang, ilmu tersebut berguna bagi para investor untuk

1.Menghitung harga saham/obligasi
2.Menilai investasi di aktiva tetap
3.Menghitung cicilan hutang (kredit)
4.Menghitung premi asuransi
membandingan investasi dengan menggunakan rumus future value
rumus dari future value adalah
FVn = PV x (1 + r)n
dimana :

FVn   : future value periode ke n
PV  : present value
r  : suku bunga
n  : periode investasi

emas dalam perkembanganya mempunyai kestabilan kenaikan harga, dan selama sepuluh tahun terakhir ini menjadi salah satu jenis investasi yang sangat diminati oleh para investor, sebagai contoh dalam tahun 2010 – 2011 naik sekitar 200 usd pertroy (per 33gr), dari sebelum nya 1400usd menjadi 1600usd jadi kenaikan harga emas mencapa 12,5% jelas persentase ini jauh lebih besar dari pada bunga bank,
itu untuk kenaikan harga emas, namun berbeda dengan investasi dalam bisnis property, di bisnis property saat property itu berbentuk bangunan makan bangunan itu mempunyai penyusutan nilai barang, karena memerlukan perawatan, jadi bila fungsi nya untuk menabung makan sebaik nya berupa tanah. harga tanah yang terus meningkat dan tampa dikurangi biaya perawatan bangunan, sebagai contoh harga tanah di Bukit Gading Villa Rp.15.000.000 – 20.000.000 pada tahun 2010 kemudian pada tahun 2011 menjadi 16.000.000 – 23.000.000 kenaikan harga kurang lebih 2 juta rupiah, namun 8.69% (tiap lokasi mempunyai kenaikan yang berbeda) persentase ini juga jauh lebih besar dari pada bunga bank.
setelah mengetahui persentase nya kita bisa mengukur nilai investasi dengan menggunakan rumus future value.
sebagai contoh, bagaimana bila kita ingin menginvestasikan uang kita sebesar 100.000.000 kedalam emas atau tanah? berapa nilai nya yang akan kita terima tahun depan ?
maka perhitungan nya adalah
fvn (emas)  = 100.000.000 x (1+12.5%)^1 = 112.500.000
fvn (tanah) = 100.000.000 x (1+8.69%)^1 =  108.690.000
dari perhitungan diatas jelas nilai kembali emas lebih besar dibanding tanah, namun dalam manajemen keuangan tidak sesimpel itu untuk menentukan investasi mana yang cocok untuk anda, ada beberapa faktor yang harus di perhatikan, diantaranya nilai resiko dan nilai likuiditas nya, tiap tiap investasi mempunayi karakteristik nya masing2 yang bisa digunakan sebagai bahan pertimbangan
berikut yang harus di pertimbangkan
karateristik emas :
1. likuiditas nya tinggi, mudah dibeli dan mudah dijual bila kita membutuhkan uang, karena kita tinggal ketoko emas dan uang pun dapat kita terima
2. resiko besar, karena dalam kenyataanya walaupun dalam satuan waktu satu tahun nilai emas naik, tapi bila di teliti dalam satuan minggu harga emas terdapat penurunan harga, jadi tidak menutup kemungkinan saat kita ingin menguangkan emas, harga emas sedang jatuh dan kita tidak menerima harga sesuai dengan predikisi kita
3. dalam emas, kita bisa menabung dalam pecahan kecil, maskudnya adalah saat kita hanya mempunyai duit 10 juta kita bisa membeli emas seharga 10 juta, dan terus berikut nya sehingga lama-lama menjadi banyak
karakteristik tanah :
1. likuiditas nya rendah, susah untuk membeli dan susah untuk dijual, bila kita ingin berinvestasi kita harus mencari tanah yang sedang di jual dan saat ingin membutuhkan uang, kita harus mencari pembeli yang berminat dengan tanah kita
2. resiko rendah, karena harga tanah tidak akan sedikitpun mengalami penurunan harga, terkecuali ada faktor luar yang mempengaruhi, semisal kebijakan pemerintah atau bencana alam
3. dalam tanah kita tidak bisa menabung dalam bentuk cicilan, sehingga bila kita mempunyai 10 juta kita tidak membeli tanah hanya dengan duit 10juta sehingga solusi nya kita harus meminjam uang dalam pecahan besar kemudian mencicilnya, cara ini sebenar nya tidak efisien karena pinjaman bank untuk saat ini bisasanya sebesar 11.5% bunga ini lebih besar dari pada nilai investasi nya
4. dalam tanah, tiap lokasi mempunyai nilai invesatasi yang berbeda, jadi kita harus jeli dalam memilih lokasi
begitulah kira-kira hal hal yang perlu diperhatikan dalam memilih investasi, tidak hanya terpaku dengan angka, namun kita juga harus memperhatikan faktor faktor lain yang terkait dengan karakteristik investasi yang ingin kita pilih, jadi semua tergantung pilihan investor, karaktersitik apa yang sesuai dengan keinginan investor.
selamat berinvesatasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

NUJABES – IMAJINARY

%d bloggers like this: