Summary predictably irrational (chpater 3) The cost of zero cost

Summary predictably irrational (chpater 3) The cost of zero cost (why we pay to much when we pay noting)

ide dari chapter ini adalah

zero/nol/free bukan tidak berarti, namum memiliki arti yang sangat besar dalam mempengaruhi kita mengambil keputusan. sesuatu yang gratis walaupun tidak berguna akan tetap menarik perhatian manusia untuk mendapatkanya.

bila dihadapkan dengan sesuatu yang gratis dan berbayar terkadang membuat kita tidak berfikir logis dan cenderung memilih barang yang gratis. sebagai penjual bila kita menawarkan diskon 20% atau pun 50% pembeli belum tentu akan tertarik mengambilnya, namun apabila kita memberikanya secara geratis, tampa berfikir panjang pembeli akan segera mengambilnya walaupun sebenarnya kita tidak terlalu memerlukan benda tersebut. maka daripada melakukan pemotongan harga tapi berbayar akan lebih baik apabila diberikan secara gratis. sebagai contoh apabila kalian diberikan pilihian seperti dibawah ini, maka secara cepat mana yang akan anda pilih?

  1. voucher belanja dengan potongan harga sebesar 10.000 yang diberikan secara gratis
  2. voucher belanja dengan potongan harga sebesar 20.000 yang diberikan apabila kita membayar sebesar 7000

apa yang akan anda pilih? sebagian besar akan memilih pilihan pertama dengan voucher 10.000 yang diberikan secara cuma cuma. namun apa bila secara eknomi pilihan kedua merupakan pilihan yang lebih menguntungkan karena dengan hanya membayar 7000 kita mendaptkan keuntungan sebesar 12.000, lain halnya apabila kita mengambil voucher 10000 yang nilai keuntunganya hanya 10000.hal ini disebabkan karena pada dasarnya manusia takut akan sesuatu yang tidak pasti, seperti resiko dalam kerugian. ataupun kehilangan sesuatu yang sudah kita miliki, dan dengan adanya barang yang gratis, secara tidak sadar kita akan merasa nyaman dengan pilihan gratis yang tidak perlu pengorbanan apapun dalam mendapatkanya, dan tidak mempunyai resiko apapun tidak akan mengelami kerugian, walaupun benda itu tidak kita butuhkan dan hanya terlantar begitu saja dirumah. seperti mahnet kulkas, pin, dan lain lain yang kita dapatkan dari rayuan sales kartu kredit atau pun sales2 lainya yang melakukan promosi. berdasarkan teori standard economic (simple cost-benefit analysis) prilaku konsumen akan memilih sesuatu yang lebih menguntungkan, tapi dalam experimen yang dilakukan penulis buku akan membuktikan bahwa pada kasus sesuatu yang free konsumen tidak akan berfikir rational terbutakan oleh sesuatu yang bersifat gratis, dan berakhir pada pengambilan keputusan yang salah/buruk experimen dilakukan melalui tawaran antara 2 coklat lindt’s dan hershey, coklat lindt’s merupakan coklat mahal dengan harga pasaran sekitar 30 cents per coklat, sedangkan hershey’s kisses adalah coklat yang biasa ada dipasaran. kemudian kedua coklat akan di berikan potongan harga namun konsumen hanya boleh memilih salah satunya. experimen ini terdiri dari 2nbagian

  1. percobaan pertama kedua coklat berikan potongan harga sehingga lindt’s menjadi 15 cent dan hershey’s menjadi 1 cent, dari sini kita melihat bahwa keuntungan potongan harga coklat lindt’s lebih besar dari pada hershey’s sebesar 15 cents. dan hasil dari percobaan ini coklat hershey’s memperoleh pembeli sebanyak 27% dan dan lindt’s memperoleh pembeli sebanyak 73%. hasil ini sesuai dengan teori simple cost benefit analysis
  2. percobaan kedua, kedua coklat diberikan potongan harga yang sama masing2 1 cents, sehinga lindt’s menjadi 14 cent dan hershey’s menjadi 0 cents (free/gratis), dari sini kita juga dapat melihat bahwa keuntungan dari potongan harga tersebut tetap lebih unggul coklat lindt’s dibanding hershye’s. dan hasil dari percobaan ini coklat hershey’s memperoleh pembeli sebanyak 69% dan coklat lindt’s memperoleh pembeli sebanyak 31%. hasil ini tidak sesuai dengan teori simple cost benefit

dari experimen diatasi kita mendapatkan gambaran bagaiman sesuatu yang free dapat membutakan para pembeli untuk mengambil keputusan yang baik. sesuatu yang free membuat mereka melakukan tindakan yang tidak rational dengan mengambil coklat hershey’s yang free, dibandingkan dengan coklat lindt’s yang secara ekonomi memiliki keuntungan yang lebih banyak. jadi zero/free bukan berarti tidak bernilai, namun jarak antara 1 dengan 0 atau 1 cents dengan 0 cents mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam mengambil keputusan. karena kecendrungan manusia yang menjauhi resiko rugi ataupun resiko mengambil keputusan yang buruk dengan mengorbankan sesuatu. sehingga lebih memilih barang free/gratis yang tidak mempunyai resiko sama sekali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

NUJABES – IMAJINARY

%d bloggers like this: